Untuk mencapai
Ciboleger, pintu utama Baduy, kita harus menempuh perjalanan darat lagi kurang
lebih 1 jam dan hanya dapat diakses menggunakan angkutan umum dengan sistem
carter.
Saat ini belum ada
angkutan umum dengan rute stasiun atau sekitar Rangkas Bitung ke Ciboleger yang
bisa diakses setiap jam. Hanya pada sore hari dari stasiun dan pagi hari dari
Ciboleger, mengikuti jam kerja pemilik angkutan yang tinggal di Ciboleger dan
bekerja di Rangkas Bitung. Jika Pas Dapat Angkutan Umum- seJenis ELF - anda harus bayar Rp.25ribu per orang.
Perjalanan sebenarnya menuju Baduy dalam dimulai setelah melapor ke Ketua RT yang berada di desa Baduy luar. Laporan seputar jumlah pengunjung dan lama waktu kunjungan. Ada biaya retribusi
Setelah lewati perkampungan Baduy terluar, perjalanan langsung disuguhkan oleh jalanan menanjak
Jangan terkecoh dengan
langit cerah saat berangkat. Tidak ada salahnya membawa jas hujan untuk
berjaga-jaga hujan mendadak seperti ini!
Adanya hujan membuat perjalanan
selanjutnya terasa lebih sulit karena setiap yang ditapaki akan terasa licin
terutama bila tidak mengenakan sepatu atau sendal khusus mendaki. Bahkan batu
kali yang tersusun rapi sebagai jalan tapak warga setempat pun seperti berubah
menjadi papan seluncur. Sangat
dianjurkan untuk mengenakan sepatu atau sendal khusus mendaki gunung.Tidak
punya? cari yang punya dan pinjam. Jangan seperti saya yang menggunakan running shoes dan berakhir dengan terpeleset
berkali-kali, hampir membahayakan diri sendiri.
Tidak hanya untuk lelaki
tapi juga untuk para perempuan yang ingin ke Baduy dalam, sangat saya anjurkan
untuk olah raga, minimal lari/jogging paling
tidak 1x 2 hari sebelum berangkat agar tubuh tidak "kaget" dengan beberapa gejala ini: mual ingin muntah, sesak, paru-paru
terasa panas dan pusing.
Estimasi waktu tempuh awal
diperkirakan 3-4 jam saat cuaca cerah dan tiba diperkirakan paling lambat
menjelang maghrib. Estimasi tersebut mundur cukup jauh, yaitu hampir 6 jam
sudah termasuk berhenti 1 jam karena hujan deras!
Yap, perjalanan bisa hingga malam.
Oleh karena itu, senter/head
lampsangat wajib untuk dibawa. Kita tidak pernah dapat memastikan waktu
tempuh dengan berjalan kaki akan sama dengan perjalanan orang lain karena
kecepatan dan daya tahan seseorang berbeda-beda. Selain itu senter/head lamp dapat digunakan saat malam karena di
desa manapun di Baduy dalam tidak ada aliran listrik sama sekali.
Biasanya pemandu lokal akan meminta
pengunjung membawa logistik sendiri untuk dimasak selama di Baduy dan tidak
jarang diminta membawa ikan asin. Masyarakat Baduy dikenal suka ikan asin tapi
saat memasaknya masyarakat Baduy tidak menggunakan minyak goreng loh. Ikan asin
diolah dengan cara dibakar atau diletakkan diatas penggorengan begitu saja
tanpa minyak goreng. Jadi, jangan kaget bila tidak menemukan minyak di dapur.
Ada baiknya kamu membawa minyak goreng sendiri dengan takaran secukupnya untuk
digunakan selama kamu di Baduy. Minyak yang tersisa akan cenderung tidak
digunakan masyarakat Baduy karena memiliki aturan adat tidak diperbolehkan
memasak menggunakan minyak goreng.
Selama di BADUI DALAM- kita tidak boleh foto-2, rekam video, nyalakan HP dll.
Setelah keluar perbatasan desa Baduy
dalam dan menginjak area Baduy luar, masing-masing mengeluarkan kamera dan juga
menyalakan telepon genggam. Foto-foto menjadi oase perjalanan. Setiap sudut
menjadi model terbaik untuk mendapatkan gambar yang bagus. Terima kasih pada
masyarakat Baduy yang telah memelihara alam menjadi apa adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar