Panduan

Untuk mencapai Ciboleger, pintu utama Baduy, kita harus menempuh perjalanan darat lagi kurang lebih 1 jam dan hanya dapat diakses menggunakan angkutan umum dengan sistem carter.

Saat ini belum ada angkutan umum dengan rute stasiun atau sekitar Rangkas Bitung ke Ciboleger yang bisa diakses setiap jam. Hanya pada sore hari dari stasiun dan pagi hari dari Ciboleger, mengikuti jam kerja pemilik angkutan yang tinggal di Ciboleger dan bekerja di Rangkas Bitung. Jika Pas Dapat Angkutan Umum- seJenis ELF - anda harus bayar Rp.25ribu per orang.

Jangan remehkan perjalanan 1 jam ini! Supir angkutan di Rangkas Bitung tidak jauh berbeda dengan supir metro mini di Jakarta, ditambah dengan medan perjalanan seperti di Sumatera yang berkelok dan naik turun.

Perjalanan sebenarnya menuju Baduy dalam dimulai setelah melapor ke Ketua RT yang berada di desa Baduy luar. Laporan seputar jumlah pengunjung dan lama waktu kunjungan. Ada biaya retribusi

 Setelah lewati perkampungan Baduy terluar, perjalanan langsung disuguhkan oleh jalanan menanjak
 

Jangan terkecoh dengan langit cerah saat berangkat. Tidak ada salahnya membawa jas hujan untuk berjaga-jaga hujan mendadak seperti ini! 

Adanya hujan membuat perjalanan selanjutnya terasa lebih sulit karena setiap yang ditapaki akan terasa licin terutama bila tidak mengenakan sepatu atau sendal khusus mendaki. Bahkan batu kali yang tersusun rapi sebagai jalan tapak warga setempat pun seperti berubah menjadi papan seluncur. Sangat dianjurkan untuk mengenakan sepatu atau sendal khusus mendaki gunung.Tidak punya? cari yang punya dan pinjam. Jangan seperti saya yang menggunakan running shoes dan berakhir dengan terpeleset berkali-kali, hampir membahayakan diri sendiri.


Tidak hanya untuk lelaki tapi juga untuk para perempuan yang ingin ke Baduy dalam, sangat saya anjurkan untuk olah raga, minimal lari/jogging paling tidak 1x 2 hari sebelum berangkat agar tubuh tidak "kaget" dengan beberapa gejala ini: mual ingin muntah, sesak, paru-paru terasa panas dan pusing.


Estimasi waktu tempuh awal diperkirakan 3-4 jam saat cuaca cerah dan tiba diperkirakan paling lambat menjelang maghrib. Estimasi tersebut mundur cukup jauh, yaitu hampir 6 jam sudah termasuk berhenti 1 jam karena hujan deras!

Yap, perjalanan bisa hingga malam. Oleh karena itu, senter/head lampsangat wajib untuk dibawa. Kita tidak pernah dapat memastikan waktu tempuh dengan berjalan kaki akan sama dengan perjalanan orang lain karena kecepatan dan daya tahan seseorang berbeda-beda. Selain itu senter/head lamp dapat digunakan saat malam karena di desa manapun di Baduy dalam tidak ada aliran listrik sama sekali.

Biasanya pemandu lokal akan meminta pengunjung membawa logistik sendiri untuk dimasak selama di Baduy dan tidak jarang diminta membawa ikan asin. Masyarakat Baduy dikenal suka ikan asin tapi saat memasaknya masyarakat Baduy tidak menggunakan minyak goreng loh. Ikan asin diolah dengan cara dibakar atau diletakkan diatas penggorengan begitu saja tanpa minyak goreng. Jadi, jangan kaget bila tidak menemukan minyak di dapur. Ada baiknya kamu membawa minyak goreng sendiri dengan takaran secukupnya untuk digunakan selama kamu di Baduy. Minyak yang tersisa akan cenderung tidak digunakan masyarakat Baduy karena memiliki aturan adat tidak diperbolehkan memasak menggunakan minyak goreng.

Selama di BADUI DALAM- kita tidak boleh foto-2, rekam video, nyalakan HP dll.

Setelah keluar perbatasan desa Baduy dalam dan menginjak area Baduy luar, masing-masing mengeluarkan kamera dan juga menyalakan telepon genggam. Foto-foto menjadi oase perjalanan. Setiap sudut menjadi model terbaik untuk mendapatkan gambar yang bagus. Terima kasih pada masyarakat Baduy yang telah memelihara alam menjadi apa adanya.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar